KOMPAS.com Cetak ePaper Bola Entertainment Games Tekno Otomotif Female Health Properti Forum Kompasiana Images Mobile KompasKarier PasangIklan GramediaShop
Perihal Hyperlocal
Rubrik Hyperlocal Serpong merupakan media khusus bagi warga Serpong [more]
Kirim
Beritamu
Daftarkan dirimu untuk mendapatkan akses lebih luas.
Laporkan setiap peristiwa
yang terjadi di sekitar Anda
Tayang
Berita Anda dibaca oleh jutaan pembaca KOMPAS.com
Kolom
Gaya Gambar dalam Seni dan Desain
Author: michael          Editor: Laksono Hari W Dibaca: 1378
  19 April 2011 | 15:58 WIB
M.S Gumelar
Contoh gaya gambar realis.

Dunia seni dan desain mempunyai klasifikasi tersendiri berkenaan dengan masalah gaya gambar. Kebanyakan dari kita mungkin hanya tahu gambar sebatas gambar. Kenapa harus ada gayanya?

Awalnya memang kita hanya menggambar saja sesuai dengan apa yang ada di pikiran dan dituangkan lewat goresan tangan. Tetapi setelah menjadi goresan, maka goresan-goresan gambar kita secara garis besar ternyata dapat dikelompokan atau diklasifikasikan.

Menggambar komik di seluruh dunia mempunyai empat klasifikasi atau aliran gaya gambar utama. Yang pertama adalah cartoon style atau gaya gambar lucu. Kartun artinya gambar lucu, jangan bingung dengan animasi kartun (cartoon animation). Cartoon animation atau animasi kartun artinya animasi gambar lucu.

Ada beberapa contoh tokoh-tokoh dengan gaya kartun di sejumlah bagian negara. Contoh gaya gambar kartun di Amerika Serikat dan Eropa, antara lain Mighty Mouse, Donald Duck, Asterix & Obelix, Tintin, Bill & Bull, Smurf, dan lain sebagainya. Di Jepang, ada Sin Chan, Kobo Chan, Doraemon, dan lain-lain. Indonesia juga punya tokoh kartun, di antaranya Panji Koming, Timun, Benny & Mice, Kompopilan, dan lainnya.

Gaya kedua adalah gaya semicartoon style atau semirealism style. Gaya gambar ini merupakan gabungan gaya realis dan kartun. Karikatur adalah ciri paling khas dari gaya ini. Ada banyak pula gaya-gaya lainnya tergantung dari kemampuan menggambar realis dan kartun yang digabungkan. Ini merupakan level atau tingkatan dari pembuat komik atau comic artist itu sendiri.

Aliran semirealis atau semikartun ini juga banyak sekali variasinya. Contoh gaya gambar di Amerika Serikat antara lain Teen Titans, Batman gaya semikartun. Gambar semikartun di Jepang bisa dilihat pada Sailormoon, Dragon Ball, Naruto, dan sebagainya. Adapun semikartun lokal antara lain Sawung Kampret, Doyok, Ali Topan, dan lain-lain.

Ragam ketiga adalah realism style atau gaya gambar realis, di mana gaya gambar komik dibuat semirip mungkin (cenderung) mendekati anatomi dan fisiologi, postur tubuh, wajah, dan ras manusia atau satwa, tumbuhan dan makhluk cerdas lainnya. Aliran realis menampilkan gaya gambar manusia yang mengarah pada wajah ras dari mana komik tersebut berasal. Jika pembuat komiknya dari Jepang, misalnya, maka gambar wajah yang digambar cenderung wajah ras orang Jepang. Demikian juga komikus Amerika Serikat atau Eropa, mereka cenderung membuat gambar wajah Caucasian. Sama halnya dengan ras negro, Timur Tengah, India, dan negara kita Indonesia, akan cenderung untuk membuat komik dengan gaya gambar realis dari rasnya sendiri.

Contoh gaya realis dari AS dan Eropa adalah Kingdom Come, Trigan, Storm, dan Justice. Jepang punya gaya realis pada komik Y’s, City Hunter, dan Crying Freeman. Indonesia juga punya, yakni Godam, Gundala, Caroq, Alia, Komodo, dan sebagainya.

Gaya keempat adalah fine art style. Gaya gambar fine art adalah gaya gambar di mana komikus menggambar sesuai dengan apa yang timbul di pikirannya, tanpa melihat orang tersebut punya latar belakang seni atau tidak. Hasil karyanya cenderung dekoratif atau abstrak.

Tujuan utama pembuatan gambar fine art adalah rasa seni itu sendiri tanpa diikat oleh bentuk kartun, semikartun, dan realis. Tidak terikat pula oleh aturan perspektif, pencahayaan, maupun shading.

Nah, setelah Anda tahu di kelompok mana gaya gambar yang Anda buat, Anda akan mudah mengidentifikasi dan mengklasifikasikan gambar-gambar yang ada.

 
  • Loading data..
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
|   Home   |   Hyperlocal   |   Ketentuan dan Layanan   |  
© 2011 KOMPAS.com - All rights reserved