KOMPAS.com Cetak ePaper Bola Entertainment Games Tekno Otomotif Female Health Properti Forum Kompasiana Images Mobile KompasKarier PasangIklan GramediaShop
Perihal Hyperlocal
Rubrik Hyperlocal Serpong merupakan media khusus bagi warga Serpong [more]
Kirim
Beritamu
Daftarkan dirimu untuk mendapatkan akses lebih luas.
Laporkan setiap peristiwa
yang terjadi di sekitar Anda
Tayang
Berita Anda dibaca oleh jutaan pembaca KOMPAS.com
Kolom
Usul Cara Atasi Banjir di Jalan Tol BSD
Author: Donny Prasetyo          Editor: Laksono Hari W Dibaca: 1794
  20 April 2012 | 17:36 WIB
KOMPAS.com/DIAN MAHARANI
Banjir di jalan tol BSD-Bintaro mengakibatkan kemacetan panjang di Jalan Pahlawan Seribu, BSD, Serpong, Kota Tangerang Selatan, Kamis (19/4/2012).

Seputar masalah kebanjiran di jalan tol BSD, saya ada solusi yang bisa diselesaikan. Pipa gorong-gorong di bawah jalan tol karena genangan air bisa dialiri secara aman dan tidak harus air menggunung di seberang tol. Tanamkan pula pohon-pohon dan lokasikan sawah-sawah biang keladi banjir.

Perbaikan saluran-saluran (drainase, red) kompleks mewah agar saluran harus diarahkan ke saluran besar, bukan ke arah tol. Terutama sungai dari Bogor harus diarahkan ke saluran lebih besar, terus bangun tembok tinggi sepanjang tol BSD yang rawan banjir. Karena, hujan gede dan deras ini memang penyebabnya, lagi pula ketinggian jalan tol Km. 8 sangat rendah.

Langkah-langkah diambil dengan anggaran tidak mahal.
1. Perbaiki pipa gorong-gorong di bawah tol
2. Penghijauan pohon-pohon
3. Perbaikan saluran kompleks mewah agar lebih lebar dan dalam
4. Mengarahkan sungai ke sungai lain bukan ke sepanjang tol tapi ke sungai yg volume besar dengan ketinggian air rendah
5. Bangunkan tembok dinding di sepanjang jalan tol berkisar 1 km di jalan tol Km. 8 yang rawan banjir

Itu lebih baik daripada pembangunan jembatan yang memakan waktu sangat lama dan sangat mahal.

(Bung Pantau)

 
  • Loading data..
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
        |   Home   |   Hyperlocal   |   Ketentuan dan Layanan   |  
        © 2011 KOMPAS.com - All rights reserved