

KARAWACI, KOMPAS.com - Kurang lebih seratus peserta mengikuti seminar dan pelatihan jurnalistik bertajuk "Proud to be Green" di kampus Universitas Pelita Harapan, Karawaci, Tangerang, Selasa (18/10/2011).
Acara yang diselenggarakan oleh Green Concern Media Indonesia bekerja sama dengan UPH dan WWF itu menghadirkan pembicara Ketua Konservasi Internasional Jatna Supriatna, Communication Office WWF Dita Ramadhani, dan Marcell Chandrawinata sebagai duta WWF Indonesia.
Bersama moderator Rosmery Sihombing dari Media Indonesia, talkshow yang berlangsung selama 2,5 jam ini membicarakan permasalahan minimnya hutan Indonesia saat ini. “Hutan kita hutan yang sangat kaya akan keanekaragaman, tetapi kita tidak menggunakan hutan kita. Kita tidak mampu mengoptimalkan hutan kita untuk kesejahteraan kita sendiri,” kata Jatna dalam keterangan pers yang diterima Kompas.com, Selasa.
Dalam kesempatan itu, Jatna menjelaskan bagaimana Indonesia hidup dari hasil impor pangan dari luar negeri. Menurutnya, hutan di Indonesia seharusnya mampu menghidupi bangsa sendiri asal pemanfaatnnya tidak disalahgunakan.
Sementara itu, Dita mengampanyekan penggunaan barang-barang yang terbuat dari kayu yang sudah diberi label FSC. Logo FSC menandakan bahwa kayu yang diolah adalah kayu ramah lingkungan. Aksi ini dilakukan sebagai upaya melestarikan kembali hutan Indonesia.
Dalam sesi pelatihan jurnalistik, tim Media Indonesia diwakili oleh Asisten Redaktur Iis Jatmika. Iis memperkenalkan dunia jurnalistik dan proses penulisan berita hingga bisa sampai ke tangan pembaca setiap harinya pada sekitar 25 peserta. ”Seorang jurnalis harus memiliki rasa ingin tahu, skeptis, dan mau melakukan aksi,” katanya.
Antusiasme para peserta dituangkan dalam bentuk lomba penulisan feature bertema Green Concern. Pemenang dari lomba ini tulisannya akan dimuat di Media Indonesia dan menjadi pembicara di Green Radio dan Tempo TV.