
KARAWACI, KOMPAS.com - Tidak ada istilah perploncoan di Universitas Pelita Harapan, Karawaci, Tangerang. Dunia kekerasan yang selalu melekat pada istilah perploncoan kini diubah menjadi kreativitas.
"Saat ini tidak ada lagi plonco dan kekerasan, tapi kami ubah menjadi kreativitas bagi mahasiswa," kata Rektor Universita Pelita Harapan (UPH) Jonathan L Parapak di sela-sela kegiatan "UPH Festival 18", Jumat (5/8/2011).
Kegiatan tersebut merupakan rangkaian acara penyambutan mahasiswa baru di Kampus UPH Karawaci. itu mengambil tema "Memantapkan Jati Diri Bangsa dalam Kemajemukan". Jonathan mengatakan, mahasiswa harus memiliki kreativitas tinggi di bidang bisnis, teknologi, budaya, dan olahraga serta tidak melupakan jadi diri sebagai anak bangsa.
Tahun ini UPH menerima mahasiswa baru sebanyak kurang lebih 1.500 orang untuk berbagai fakultas dan sekolah tinggi. Sekitar 100 mahasiswa di antaranya berasal dari Korea, Singapura dan Malaysia. Jonathan mengatakan, UPH juga telah menjalin pertukaran mahasiswa di Jerman dan Amerika Serikat serta Australia.
"UPH Festival 18" berlangsung mulai Kamis (4/8/2011) hingga Sabtu (6/8/2011) besok. Acara ini antara lain diisi dengan Gala Concert yang menampilkan penyanyi tenor asal Italia, Fabio Andreotti, dan pemenang Indonesia's Got Talent, Vania Larisa. UPH juga mengadakan seminar dengan mengundang Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi EE Manggindaan serta kuliah umum oleh Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan.
Selain para mahasiswa, masyarakat umum dan warga sekitar diperbolehkan meramaikan acara tersebut, termasuk lomba sepeda santai bersama keluarga dan pesta kembang api yang akan menutup rangkaian acara tersebut. (ANT)