

Mahasiswa semester VIII Fakultas Teknologi Informasi Swiss German University berhasil menciptakan sebuah aplikasi yang dapat menampilkan status lalu-lintas di Jakarta pada peta online.
Skripsi yang dibuat oleh Sri Krisna Endarnoto dan Sonny Pradipta itu dipublikasikan pada ajang "3rd International Conference on Electrical Engineering and Informatics (ICEEI) 2011". Acara yang berlangsung pada 17-19 Juli 2011 di Bandung, Jawa Barat, itu diselenggarakan oleh Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung (STEI-ITB) bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Informasi dan Teknologi Universitas Kebangsaan Malaysia.
Krisna dan Sonny berkolaborasi membuat skripsi berjudul "Profiling-Based Mobile Advertisement as a Marketing Strategy for GPS- Based Online Traffic Map". Keduanya menciptakan sebuah aplikasi yang mereka namakan AGNI (Advanced Generator of Navigational Information). AGNI secara cerdas akan mengekstrak informasi kemacetan jalan raya yang dipantau secara online oleh TMC (Traffic Management Center) Polda Metro Jaya melalui akun Twitter @TMCPoldaMetro.
Status kemacetan pada akun Twitter tersebut akan dianalisis dan diekstrak menggunakan salah satu algoritma kecerdasan tiruan atau artificial intelligence Natural Language Processing (NLP). Data hasil ekstraksi tersebut akan divisualisasikan dalam bentuk online map dalam smartphone berbasis Android.
Dengan aplikasi AGNI, pengemudi kendaraan di Kota Jakarta tidak perlu repot-repot membaca satu per satu status di Twitter @TMCpoldaMetro. Pengguna ponsel Android cukup mengaktifkan aplikasi AGNI dan fasilitas global positioning system pada ponsel akan mendeteksi lokasi dan memberitahukan status kemacetan dari jalur atau jalan yang akan dituju.
Bukan cuma itu, aplikasi ini juga menggabungkan algoritma kecerdasan tiruan data mining Support Vector Machine (SVM) untuk menganalisis profil pengguna AGNI. Dengan begitu, aplikasi AGNI dapat menampilkan iklan atau promo komersial pada jalur lalu-lintas yang akan dilalui oleh pengguna AGNI sesuai hobi atau profil si pengguna. Dengan konsep ini, maka iklan yang ditayangkan pada aplikasi tersebut tidak akan mengganggu kenyamanan pengguna AGNI karena penayangan iklan tersebut telah disesuaikan dengan hobi atau minatnya.
Selain kedua mahasiswa tersebut, SGU juga mengirimkan dua mahasiswa lain ke ICEEI.