KOMPAS.com Cetak ePaper Bola Entertainment Games Tekno Otomotif Female Health Properti Forum Kompasiana Images Mobile KompasKarier PasangIklan GramediaShop
Perihal Hyperlocal
Rubrik Hyperlocal Serpong merupakan media khusus bagi warga Serpong [more]
Kirim
Beritamu
Daftarkan dirimu untuk mendapatkan akses lebih luas.
Laporkan setiap peristiwa
yang terjadi di sekitar Anda
Tayang
Berita Anda dibaca oleh jutaan pembaca KOMPAS.com
Berita
Bianpoen: Tak Ada Tata Kota yang Sempurna
Author: Danny Richard          Editor: Laksono Hari W Dibaca: 351
  8 April 2011 | 12:27 WIB
KOMPAS.com/DANNY RICHARD TAMPUBOLON
Dr. Bianpoen (kiri) berbicara dalam peluncuran buku "Untuk Apa? Untuk Siapa-Rangkaian Pemikiran Lingkungan Berkelanjutan", Jumat (8/4/2011) di kampus Universitas Pelita Harapan, Karawaci, Tangerang.

KARAWACI, KOMPAS.com - Tidak ada penataan kota yang sempurna di dunia ini. Ironisnya, di Jakarta, perencanaan kota itu kurang memperhatikan faktor lingkungan.

Itulah buah pemikiran Dr. Bianpoen yang dituangkannya dalam buku bertajuk "Untuk Apa? Untuk Siapa-Rangkaian Pemikiran Lingkungan Berkelanjutan". Jumat (8/4/2011), Bianppoen yang dikenal sebagai pakar lingkungan hidup itu meluncurkan buku tersebut di Universitas Pelita Harapan (UPH), Karawaci, Tangerang.

Buku yang dicetak oleh UPH Press ini merupakan kumpulan tulisan Bianpoen dalam kurun waktu 33 tahun sejak 1976 hingga 2009. Bianpoen merupakan tokoh penggiat lingkungan hidup yang pernah mengabdi di pemerintah Provinsi DKI sejak tahun 1963-1986. Ia pernah menjabat sebagai staf ahli Dinas Tata Kota DKI Jakarta. Ia juga pernah menjadi Direktur Pusat Penelitian dan Pengembangan Masalah Perkotaan dan Lingkungan (P4L) pemerintah daerah DKI Jakarta sebelum meletakkan tugas ini pada 1986.

Buku baru dengan warna putih ini mengulas keadaan Kota Jakarta dari tahun ke tahun. Perkembangannya, menurut Bianpoen, bukan mengarah pada pembangunan positif, tapi malah menghancurkan kota itu sendiri.

"Saya memang yakin, bahwa tidak ada tata kota yang sempurna di belahan mana pun di dunia ini, apalagi Jakarta," ulas Bianpoen di sela-sela acara peluncuran buku tersebut.

Dr. Ir. Felia Srinaga, MAUD selaku Dekan Fakultas Desain dan Teknik Perencanaan (FDTP) UPH turut menuangkan komentarnya perihal buku tersebut. Ia mengatakan bahwa buku ini mengingatkan kepada pembacanya untuk menjaga kelestarian dan harmoni lingkungan serta memuliakan Tuhan Sang Pencipta.

Dr. Bianpoen lahir di Mojokerto, Jawa Timur, pada tanggal 21 Februari 1930. Ia menyelesaikan program Sarjana Arsitektur di University of Technology, Hannover, Jerman dan Doktor Ilmu Ekonomi, Erasmus Universiteit, Rotterdam, Belanda. Dalam usia 81 tahun, ia tetap aktif mengajar di beberapa perguruan tinggi, antara lain UPH, Insitut Teknologi Bandung, dan Universitas Indonesia.

 
  • Loading data..
Kirim Komentar Anda
Silakan Login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
|   Home   |   Hyperlocal   |   Ketentuan dan Layanan   |  
© 2011 KOMPAS.com - All rights reserved