

KARAWACI, KOMPAS.com - Tidak ada penataan kota yang sempurna di dunia ini. Ironisnya, di Jakarta, perencanaan kota itu kurang memperhatikan faktor lingkungan.
Itulah buah pemikiran Dr. Bianpoen yang dituangkannya dalam buku bertajuk "Untuk Apa? Untuk Siapa-Rangkaian Pemikiran Lingkungan Berkelanjutan". Jumat (8/4/2011), Bianppoen yang dikenal sebagai pakar lingkungan hidup itu meluncurkan buku tersebut di Universitas Pelita Harapan (UPH), Karawaci, Tangerang.
Buku yang dicetak oleh UPH Press ini merupakan kumpulan tulisan Bianpoen dalam kurun waktu 33 tahun sejak 1976 hingga 2009. Bianpoen merupakan tokoh penggiat lingkungan hidup yang pernah mengabdi di pemerintah Provinsi DKI sejak tahun 1963-1986. Ia pernah menjabat sebagai staf ahli Dinas Tata Kota DKI Jakarta. Ia juga pernah menjadi Direktur Pusat Penelitian dan Pengembangan Masalah Perkotaan dan Lingkungan (P4L) pemerintah daerah DKI Jakarta sebelum meletakkan tugas ini pada 1986.
Buku baru dengan warna putih ini mengulas keadaan Kota Jakarta dari tahun ke tahun. Perkembangannya, menurut Bianpoen, bukan mengarah pada pembangunan positif, tapi malah menghancurkan kota itu sendiri.
"Saya memang yakin, bahwa tidak ada tata kota yang sempurna di belahan mana pun di dunia ini, apalagi Jakarta," ulas Bianpoen di sela-sela acara peluncuran buku tersebut.
Dr. Ir. Felia Srinaga, MAUD selaku Dekan Fakultas Desain dan Teknik Perencanaan (FDTP) UPH turut menuangkan komentarnya perihal buku tersebut. Ia mengatakan bahwa buku ini mengingatkan kepada pembacanya untuk menjaga kelestarian dan harmoni lingkungan serta memuliakan Tuhan Sang Pencipta.
Dr. Bianpoen lahir di Mojokerto, Jawa Timur, pada tanggal 21 Februari 1930. Ia menyelesaikan program Sarjana Arsitektur di University of Technology, Hannover, Jerman dan Doktor Ilmu Ekonomi, Erasmus Universiteit, Rotterdam, Belanda. Dalam usia 81 tahun, ia tetap aktif mengajar di beberapa perguruan tinggi, antara lain UPH, Insitut Teknologi Bandung, dan Universitas Indonesia.