KOMPAS.com Cetak ePaper Bola Entertainment Games Tekno Otomotif Female Health Properti Forum Kompasiana Images Mobile KompasKarier PasangIklan GramediaShop
Perihal Hyperlocal
Rubrik Hyperlocal Serpong merupakan media khusus bagi warga Serpong [more]
Kirim
Beritamu
Daftarkan dirimu untuk mendapatkan akses lebih luas.
Laporkan setiap peristiwa
yang terjadi di sekitar Anda
Tayang
Berita Anda dibaca oleh jutaan pembaca KOMPAS.com
Berita
Seni untuk Perubahan ala BSD Art Movement
Author: dian          Editor: Laksono Hari W Dibaca: 1322
  2 Mei 2012 | 19:58 WIB
DOK, BSD ART MOVEMENT
Para anggota BSD Art Movement berpose dalam sebuah acara yang mereka selenggarakan di Teras Kota BSD.

SERPONG, KOMPAS.com - “Sebuah kota akan menjadi besar jika aktivitas keseniannya berjalan dengan baik.” Kalimat itu yang diyakini teman-teman dari komunitas BSD Art Movement dalam setiap pergerakannya.

BSD Art Movement terdiri dari orang-orang kreatif dan mencintai seni. Terbentuk pada Februari 2010, komunitas ini ada diawali dengan perkumpulan di sebuah ruang rupa. Dari situ, para pencinta seni yang tinggal di daerah Tangerang Selatan bertemu. Satu pemikiran, satu keinginan, mereka kemudian berencana membuat Art Space di kawasan BSD.

Untuk membuat Art Space, BSD Artmovement mengawalinya dengan menggelar bermacam acara seni dan kreativitas tanpa batas di berbagai tempat. “Untuk bikin event itu ya kita butuh kendaraan. Kendaraannya ya bentuk komunitas akhirnya,” kata Ketua BSD Artmovement Hilmi Fabeta.

Pemikiran mereka tentang seni dituangkan dalam berbagai cara. Mereka pernah berolahraga bersama memakai kostum sesuai tema di Taman Kota 1. Mereka juga pernah menggelar aksi freezing (membeku), di mana para anggota BSD Artmovement menampilkan gerakan diam membeku kepada pengunjung di Teras Kota.

Pada Juli 2011, dalam rangka Hari Anak Nasional, mereka juga menggelar acara Beranda Kota selama seminggu di Amphiteathre Teras Kota, BSD. Kegiatan atraktif dan nyeni meramaikan acara Beranda Kota saat itu. Sejumlah komunitas diundang untuk ikut berpartisipasi, seperti komunitas komik, shuffle, dan yoyo. “Kita komunitas seni dan kreatif dan enggak terikat. Yang penting gerak dulu deh, sampai orang-orang sekitar diharapkan  ikut tergerak,” kata Hilmi.

Mereka juga ikut menyuarakan isu-isu sosial melalui seni. Pernah juga menggelar bakti sosial melalui kegiatan drop books untuk menyumbang buku-buku layak pakai untuk anak-anak yang kurang mampu. Saat itu mereka berhasil mengumpulkan 476 buku yang disalurkan kepada beberapa panti asuhan dan juga perpustakaan di Kota Tangsel. Mereka pun sering menuangkan ide-ide kreatif saat kumpul-kumpul di Ametys Foodcourt, Jalan Anggrek Loka BSD.

Anggota BSD Art Movement kini sekitar 40 orang dari bermacam profesi. Dari aneka profesi tersebut, keahlian mereka bersatu membuat suatu karya hingga komunitas ini juga bergerak membuat majalah Movement dan radio.

Hilmi dan kawan-kawan di BSD Art Movement berharap dapat merangsang orang-orang sekitar ikut melakukan pergerakan menuju hal positif. Impian mereka saat ini adalah mewujudkan acara BSD Art Festival di Serpong. Dalam festival seni tersebut, akan berkumpul para pelaku seni dan juga bermacam kreativitas yang ada di Tangsel. Intinya, sebuah kota akan menjadi besar jika aktivitas keseniannya berjalan dengan baik.

Bagi BSD Art Movement, kreativitas dalam seni tak ada habisnya dan tak berbatas. Seperti kata pepatah Yunani ars longa vita brevis (seni panjang, hidup pendek) bahwa hidup itu hanya sementara, sedangkan seni akan kekal abadi selamanya.

 
  • Loading data..
Kirim Komentar Anda
Silakan Login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
        |   Home   |   Hyperlocal   |   Ketentuan dan Layanan   |  
        © 2011 KOMPAS.com - All rights reserved