

SERPONG UTARA, KOMPAS.com – Banjir yang melanda beberapa rumah di Alam Sutera, khususnya di kompleks Griya Sutera, pada Selasa (3/4/2012) petang, diduga karena adanya saluran air yang tertutup. Pengembang perumahan berupaya membuka saluran air tersebut.
“Saluran air yang dulu biasa untuk membuang air itu tertutup dengan beton, jadi pas hujan deras kemarin air cepat meluap,” kata Yoga ,salah satu warga Griya Sutera, kepada Kompas.com, Rabu (4/4/2012).
Menurutnya, saluran air tersebut ditutup oleh warga dari luar kompleks Griya Sutera pada akhir 2007. Yoga juga menjelaskan bahwa kompleksnya pernah mengalami banjir pada 2008. Namun, tidak separah yang terjadi Selasa (3/4/2012) malam.
“Empat tahun yang lalu (Februari 2007) saat Jakarta sedang banjir tinggi, kita tidak banjir. Saluran air yang ke belakang masih terbuka. Itu sangat cukup menampung air dalam jumlah banyak. Nah, sekitar tahun 2007 akhir, saluran air yang biasa untuk membuang air di perumahan itu ditutup oleh orang luar. Setelah itu kompleks kita memang jadi sering tergenang air jika hujan lebat. Tahun 2008 pernah banjir dan masuk ke rumah juga,” paparnya.
Sementara itu, pengembang Alam Sutera mengatakan bahwa konttur tanah di perumahan Griya Sutera memang paling rendah di antara perumahan lain di sekitarnya. “Griya Sutera itu memang paling rendah di antara perumahan lainnya. Banjir setinggi itu dikarenakan ada saluran air yang ditutup permanen pakai beton oleh warga yang berada di belakang Griya Sutera,” kata Liza Djohan selaku Manajer Humas PT Alam Sutera Reality Tbk, Rabu.
Selain itu, pihak pengembang juga mengatakan bahwa saluran air di Alam Sutera cukup lebar untuk menampung banyak air. Kejadian banjir kemarin diakibatkan curah hujan sangat tinggi sehingga saluran drainase tidak mampu menampung volume air.
”Pada dasarnya, hari Selasa itu curah hujan sangat tinggi, di atas batas normal. Debit airnya menjadi tinggi sekali di mana-mana, merata, bukan di Alam Sutera saja,” kata Liza.
Untuk mencegah terjadi banjir di perumahan tersebut, Alam Sutera berupaya memperbaiki saluran drainase dengan mencoba membuka kembali saluran air yang tertutup tersebut. “Kami dari pihak pengembang sudah melakukan upaya pendekatan kepada warga. Kami juga sudah minta mediasi dari pemerintah untuk dapat membuka saluran air tersebut secepatnya. Dari warga Griya Sutera sendiri juga pernah melakukan petisi agar saluran tersebut dibuka,” ujarnya.