KOMPAS.com Cetak ePaper Bola Entertainment Games Tekno Otomotif Female Health Properti Forum Kompasiana Images Mobile KompasKarier PasangIklan GramediaShop
Perihal Hyperlocal
Rubrik Hyperlocal Serpong merupakan media khusus bagi warga Serpong [more]
Kirim
Beritamu
Daftarkan dirimu untuk mendapatkan akses lebih luas.
Laporkan setiap peristiwa
yang terjadi di sekitar Anda
Tayang
Berita Anda dibaca oleh jutaan pembaca KOMPAS.com
Berita
Antasari: Maafkan Papa...
Author: dian          Editor: Laksono Hari W Dibaca: 32700
  8 Maret 2012 | 18:28 WIB
KOMPAS.com/DIAN MAHARANI
Acara prosesi sungkeman putri Antasari Azhar, Andita Dianoctora Antasariputri, di perumahan Les Belles Maisons, Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, Kamis (8/3/2012).

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Suasana haru menyelimuti acara prosesi siraman putri Antasari Azhar, Andita Dianoctora Antasariputri (28), di perumahan Les Belles Maisons, Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, Kamis (8/3/2012) sore.

Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi itu tak kuasa menutupi rasa sedihnya saat prosesi sungkeman yang dilakukan oleh Dita. Dita yang tampil anggun dengan mengenakan kebaya berwarna hijau melaju perlahan, lalu duduk bersimpuh di hadapan kedua orangtuanya. Di sana Dita menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada kedua orangtuanya sambil menahan isak tangis.

Mata Antasari pun terlihat berkaca-kaca mendengarkan ucapan putrinya. Antasari pun tak kuasa menahan tangis ketika ia memberikan pesan kepada putri sulungnya itu."Maafkan Papa anakku karena tak bisa seperti papa-papa lainnya yang bisa terus mendampingi saat masa bahagia anaknya,” kata Antasari kepada putrinya. Antasari berpesan kepada putrinya untuk berpegang teguh pada agama dan bahwa harta bukanlah segalanya.

Sungkeman berlangsung hikmat, seperti sungkeman adat Jawa pada umumnya, Dita bersimpuh mencium lutut ayahnya, kemudian ibunda tercinta Ida Laksmiwati. Antasari mencium putri kesayangannya itu sambil menangis. Para tamu undangan pun ikut terhanyut dalam suasana haru tersebut. Mereka berulang kali mengusap mata.

Antasari mendapat izin selama 12 jam untuk menghadiri prosesi siraman putrinya dari pukul 09.00 hingga 21.00. Ida tampak tegar meski suami tercinta tak dapat mendampingi sehari penuh. "Alhamdulillah, Bapak diberi kesempatan hari ini. Tapi nanti balik lagi dan besok pas akad baru ke sini lagi. Kita ikuti peraturan yang ditetapkan saja," kata Ida.

 
  • Loading data..
Kirim Komentar Anda
Silakan Login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
        |   Home   |   Hyperlocal   |   Ketentuan dan Layanan   |  
        © 2011 KOMPAS.com - All rights reserved