KOMPAS.com Cetak ePaper Bola Entertainment Games Tekno Otomotif Female Health Properti Forum Kompasiana Images Mobile KompasKarier PasangIklan GramediaShop
Perihal Hyperlocal
Rubrik Hyperlocal Serpong merupakan media khusus bagi warga Serpong [more]
Kirim
Beritamu
Daftarkan dirimu untuk mendapatkan akses lebih luas.
Laporkan setiap peristiwa
yang terjadi di sekitar Anda
Tayang
Berita Anda dibaca oleh jutaan pembaca KOMPAS.com
Berita
Warga Kavling Serpong Terima Paket Mencurigakan
Author: dian          Editor: Laksono Hari W Dibaca: 1542
  6 Februari 2012 | 19:36 WIB
ADITYA TRITUNTARA
Paket berbentuk kotak dari bahan kayu menggegerkan warga Kavling Serpong, Kota Tangerang Selatan, Senin (6/2/2012) malam.

SERPONG, KOMPAS.com - Warga Kavling Serpong digegerkan oleh paket mencurigakan di kediaman Anam, warga Jalan Raya Pasar Serpong, Kavling Serpong No. 44 RT 04 RW 04, Kota Tangerang Selatan, Senin (6/2/2012) sore.

Paket tersebut awalnya diterima oleh Tubagus Yuda Brata (26), sopir pribadi Destrio (51) sekitar pukul 16.30. Paket tersebut terbuat dari kayu sebesar batu bata dan di dalamnya terlihat ada bingkisan. "Saat itu saya lagi nyuci mobil di luar, lalu ada orang bawa paket pakai motor bebek cari Ibu Yuli," kata Yuda. Yuli adalah istri dari Destrio dan merupakan anak dari Anam.

Yuda kemudian menyampaikan paket berbentuk kotak tersebut kepada Destrio yang saat itu sedang berada di rumah. Namun, saat diterima, tidak ada alamat pengirim pada paket itu. Destrio pun tak berani membuka paket tersebut. Ia langsung mengonfirmasi seluruh anggota keluarganya dan menanyakan apakah ada yang memesan paket, khususnya kepada Yuli. Semua keluarga termasuk Yuli mengaku tidak pernah merasa memesan barang apa pun.

Merasa curiga terhadap paket itu, Destrio kemudian melaporkannya ke Polsek Serpong. Kepala Polsek Serpong Komisaris Nico Andreano langsung mendatangi rumah Anam pada pukul 17.30. Saat ini Polsek Serpong masih menunggu tim Gegana tiba di lokasi.

"Kita sudah panggil Gegana. Tidak bisa asal-asalan untuk membuka paket seperti ini. Melihat pengalaman, dan mengikuti prosedurnya" kata Nico.

 
  • Loading data..
Kirim Komentar Anda
Silakan Login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
|   Home   |   Hyperlocal   |   Ketentuan dan Layanan   |  
© 2011 KOMPAS.com - All rights reserved