

Tak kurang dari 2.500 anak dari Taman Kanak-kanak Islam di Kecamatan Serpong, Serpong Utara, dan Setu, Jumat (4/11/2011) pagi secara serentak melantunkan talbiyah. Dengan berpakaian ihram putih, mereka berjalan menuju kabah buatan, berlari kecil (sai), melontar jumrah (ula, wustha, aqabah) ,dan berdoa.
Ini adalah latihan peragaan manasik haji yang dilaksanakan oleh anak-anak TK yang dikoordinir oleh Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) dengan mengambil tempat di halaman Batalyon Kavaleri Pondok Jagung, Serpong Utara, Tangerang Selatan. Anak-anak sebelumnya berkumpul di tempat yang telah disediakan sesuai dengan "kelompok terbang" (kloter) masing-masing.
Mereka dibagi dalam beberapa kloter, seperti layaknya kloter jamaah haji biasa. Tiap-tiap kloter dipimpin oleh ketua kloter yang langsung memimpin shalat fardhu secara serentak.
Sesuai kelompok terbangnya, mereka berjalan melalui tempat-tempat ibadah di Arab Saudi, seperti Padang Arafah, Muzdalifah, Mina, beserta tiga jamarat (jumratul ula, wustha dan aqabah). Kemudian mereka menuju Masjidil Haram yang di dalamnya terletak kabah.
Pelaksanaaan latihan manasik yang dilakukan anak-anak ini merupakan kegiatan seremonial keagamaan yang paling diminati, baik oleh anak-anak maupun para orangtua. Suasananya pun tidak membosankan. Walaupun sudah dibuat garis pembatas, namun tetap saja banyak orangtua dan masyarakat yang ingin menyaksikan peragaan manasik haji ini dari dekat. Tak jarang panitia mengingatkannya agar tidak menggangu prosesi manasik haji ini.
Menurut Sherli Nur Hakim, Kepala Sekolah TKIT Ar Raihan Serpong, peragaan manasik haji untuk anak-anak TK ini pada prinsipnya diberikan sejak mereka berusia dini. Insya Allah setelah mereka dewasa nanti terpancar keimanan dan dorongan ingin melaksanakan ibadah haji. Pada saat itulah mereka akan ingat, pernah mengikuti peragaan manasik haji.
Menurutnya, pendidikan manasik dan latihan manasik haji ini bertujuan mengenalkan adanya kewajiban menjalankan ibadah haji bila kelak mereka dewasa. Tujuan lainnya mengembangkan kepribadian muslim pada anak yang lebih aplikatif, seperti kebersamaan, sabar menunggu giliran, toleransi, mandiri, serta mengembangkan sikap bangga menjadi seorang muslim. Dan, tentunya anak-anak mendapatkan gambaran secara jelas dan langsung akan suasana dan cara pelaksanaan ibadah haji secara sederhana sesuai dengan kemampuan anak yang disampaikan dengan kegembiraan.