KOMPAS.com Cetak ePaper Bola Entertainment Games Tekno Otomotif Female Health Properti Forum Kompasiana Images Mobile KompasKarier PasangIklan GramediaShop
Perihal Hyperlocal
Rubrik Hyperlocal Serpong merupakan media khusus bagi warga Serpong [more]
Kirim
Beritamu
Daftarkan dirimu untuk mendapatkan akses lebih luas.
Laporkan setiap peristiwa
yang terjadi di sekitar Anda
Tayang
Berita Anda dibaca oleh jutaan pembaca KOMPAS.com
Berita
Lestarikan Kuliner Indonesia Agar Dikenal
Author:           Editor: Laksono Hari W Dibaca: 10576
  1 November 2011 | 22:49 WIB
DOK. UPH
Sisca Soewitomo menyampaikan penjelasan dalam seminar Tren dan Peningkatan Wisata Kuliner di Universitas Pelita Harapan (UPH) Karawaci, Tangerang, Selasa (1/11/2011).

KARAWACI, KOMPAS.com - Banyak makanan enak di Indonesia. Sayangnya, makanan Nusantara ini belum banyak dikenal di negara lain.

Dalam seminar Tren dan Peningkatan Wisata Kuliner di Universitas Pelita Harapan (UPH) Karawaci, Tangerang, Selasa (1/11/2011), Sisca Soewitomo, yang telah menerbitkan 77 buku masak, menilai kekayaan kuliner Indonesia kurang banyak diwariskan secara turun termurun dan kurang dijaga. Ini juga diungkapkan oleh Chef Edwin Lau dalam seminar tersebut. "Promosikan Indonesia melalui kuliner," kata Edwin.

Edwin percaya, dengan melestarikan tradisi masak-memasak, upaya mempromosikan kuliner Indonesia akan mudah dilakukan. Ini juga dilakukan di Pulau Bali, salah satu tujuan wisata terbesar di Indonesia. “Di Bali, setiap orang tahu bagaimana cara memasak babi guling dari awal hingga akhir. Memasak babi guling adalah tradisi yang diwariskan turun-temurun,” kata Edwin.

Sisca menyarankan agar praktisi kuliner menguasai bumbu-bumbu dasar masakan Indonesia. Bumbu dan rempah-rempah Indonesia ini sangat terkenal dan mampu menciptakan cita rasa unik dalam makanan.

Kuliner Indonesia yang bermacam-macam jenis dan aromanya itu pun bisa menjadi duta bagi daerah asalnya. Pempek palembang atau sate padang, misalnya, erat kaitannya dengan Kota Palembang dan Padang walaupun makanan dapat dinikmati di mana saja, termasuk di mancanegara.

"Dari situlah secara logis yang dilakukan oleh pemerintah adalah melakukan intervensi bahwa pempek di Palembang haruslah lebih enak dari daerah lain, seperti melakukan copyright terhadap produk sehingga wisatawan asing tetap mau berkunjung ke Indonesia tepatnya Palembang untuk mencoba pempek," kata Frans Teguh selaku Wakil Direktur Perencanaan dan Hukum Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

 
  • Loading data..
Kirim Komentar Anda
Silakan Login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
|   Home   |   Hyperlocal   |   Ketentuan dan Layanan   |  
© 2011 KOMPAS.com - All rights reserved