

KARAWACI, KOMPAS.com - Banyak makanan enak di Indonesia. Sayangnya, makanan Nusantara ini belum banyak dikenal di negara lain.
Dalam seminar Tren dan Peningkatan Wisata Kuliner di Universitas Pelita Harapan (UPH) Karawaci, Tangerang, Selasa (1/11/2011), Sisca Soewitomo, yang telah menerbitkan 77 buku masak, menilai kekayaan kuliner Indonesia kurang banyak diwariskan secara turun termurun dan kurang dijaga. Ini juga diungkapkan oleh Chef Edwin Lau dalam seminar tersebut. "Promosikan Indonesia melalui kuliner," kata Edwin.
Edwin percaya, dengan melestarikan tradisi masak-memasak, upaya mempromosikan kuliner Indonesia akan mudah dilakukan. Ini juga dilakukan di Pulau Bali, salah satu tujuan wisata terbesar di Indonesia. “Di Bali, setiap orang tahu bagaimana cara memasak babi guling dari awal hingga akhir. Memasak babi guling adalah tradisi yang diwariskan turun-temurun,” kata Edwin.
Sisca menyarankan agar praktisi kuliner menguasai bumbu-bumbu dasar masakan Indonesia. Bumbu dan rempah-rempah Indonesia ini sangat terkenal dan mampu menciptakan cita rasa unik dalam makanan.
Kuliner Indonesia yang bermacam-macam jenis dan aromanya itu pun bisa menjadi duta bagi daerah asalnya. Pempek palembang atau sate padang, misalnya, erat kaitannya dengan Kota Palembang dan Padang walaupun makanan dapat dinikmati di mana saja, termasuk di mancanegara.
"Dari situlah secara logis yang dilakukan oleh pemerintah adalah melakukan intervensi bahwa pempek di Palembang haruslah lebih enak dari daerah lain, seperti melakukan copyright terhadap produk sehingga wisatawan asing tetap mau berkunjung ke Indonesia tepatnya Palembang untuk mencoba pempek," kata Frans Teguh selaku Wakil Direktur Perencanaan dan Hukum Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.